BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Friday, 15 April 2011

who's next UCL's champion?


Liga champion eropa tinggal menyisakan 4 tim, yang akan saling bunuh guna mengamankan tiket berlaga di Stadion Wembley, London, venue yang akan dijadikan laga puncak kompetisi tertinggi benua biru. Real Madrid yang sudah 9 tahun tidak pernah melangkah ke semi final, akan menghadapi rival abadinya di Liga Spanyol, Barcelona. Menarik, selain karena kedua tim yang disebut-sebut sebagai klub terbaik di era sepak bola modern, namun juga dalam 18 hari kedepan (dihitung dari tanggal 17 April 2011) penikmat sepak bola akan disuguhi 4 laga klasik yang disebut El-Classico di tiga kompetisi berbeda. Dimulai dari Jornada 32 Liga BBVA tanggal 17 April, yang akan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu. Madrid saat ini terpaut 8 angka dari pemuncak klasemen sementara, Barcelona, pasti akan tampil dengan kekuatan penuh, demi mengamankan peluang juara. Apalagi dalam 5 kali pertemuan dua musim terakhir, Los Merengues tidak pernah menang atas Barcelona, pertemuan terakhir malah mereka digilas lima gol tanpa balas di markas lawan. Empat hari kemudian, El Classico ke tiga dalam musim ini akan mentas di final Copa Del Rey yang dilangsungkan di Stadion Mestalla, Valencia. Meskipun Copa Del Rey ‘hanya’ kasta kedua dikompetisi Liga Spanyol, namun Real Madrid maupun Barcelona akan tetap menurunkan skuad terbaiknya. Pertemuan Real Madrid dengan Barcelona berlanjut di semifinal Liga Champion tanggal 27 April di Santiago Bernabeu, kemudian tanggal 3 Mei di Estadio Camp Nou. Hasil keempat pertemuan dua penguasa Liga Spanyol ini diyakini akan mengukuhkan siapa yang terbaik musim ini, Real Madrid ataukah Barcelona.

Dua semifinalis lainnya, Inggris diwakili oleh Manchester United, dimana di perempat-final mereka berhasil mengubur impian Chelsea, menjuarai Liga Champion sepanjang sejarah mereka, dengan agregat 3-1. The Red Devils menang 1-0 di leg pertama yang berlangsung di Stamford Bridge, pekan lalu, berkat gol tunggal Wayne Rooney. Pasukan Sir Alex Ferguson juga meraih kemenangan 2-1 di leg kedua yang berlangsung di kandang sendiri di Old Trafford, Rabu (13/4) dinihari WIB, berkat gol yang dicetak Javier Hernandez dan Park Ji-sung. Sedangkan satu tempat diisi oleh wakil Jerman Schalke 04 yang secara mengejutkan menjungkalkan juara bertahan Inter Milan, dengan agregat 7-3. Tidak puas dengan hanya mencukur 5-2 di kandang lawan, Giuseppe Meazza, dilanjutkan The Royal Blues dengan kemenangan 2-1 di Veltins Arena, Gelsenkirchen.

Road to Final:
Semifinal Leg I
26 April 2011
Schalke 04 vs Manchester United di Veltins-Arena
27 April 2011
Real Madrid vs Barcelona di Santiago Bernabéu

Semifinal Leg II
3 Mei 2011
Barcelona vs Real Madrid di Camp Nou
4 Mei 2011
Manchester United vs Schalke 04 di Old Trafford

Final
28 Mei 2011 di Wembley

Ada fakta menarik mengenai juara Liga Champion dalam 7 tahun terakhir. Yaitu dominasi kesuksesan tim-tim yang mampu menyingkirkan Chelsea di fase knock-out, kemudian melaju hingga babak final dan menjadi juara.

Diawali pada musim 2003/04. Di babak semi-final, AS Monaco berhasil mengalahkan Chelsea 3-1 (leg pertama) dan imbang 2-2 (leg kedua) sehingga klub Ligue 1 Prancis itu lolos ke final (agregat 5-3) dan bertemu Porto. Sayang, wakil Portugal itu akhirnya yang tampil sebagai sang juara berkat kemenangan 3-0.

Pada musim 2004/05, diawali babak semi-final, Liverpool berhasil mengandaskan Chelsea berkat keunggulan agregat 1-0, imbang di leg pertama dan menang 1-0 di leg kedua. Di babak final, The Reds mampu melakukan penampilan heroik dengan bangkit dari ketertinggalan 3-0 dari AC Milan di babak pertama dan kemudian mencetak tiga di babak kedua. Karena kedudukan sama kuat 3-3, pertandingan dilanjutkan dengan babak adu penalti. Liverpool menjadi juara berkat kemenangan adu tos-tosan 3-2.

Tim yang mampu menjungkalkan Chelsea dan kemudian menjadi juara kembali terjadi pada musim 2005/06. Di babak 16 besar, Barcelona menyingkirkan Chelsea berkat keunggulan agregat 3-2, menang 2-1 di leg pertama dan imbang 1-1 di leg kedua. Di babak perempat-final, Barca menyingkirkan Benfica dengan unggul agregat 2-0, dan kemudian di babak semi-final raksasa Spanyol itu mampu menyingkirkan AC Milan berkat unggul agregat 1-0. Di final, Barca menumbangkan Arsenal 2-1 dan berhak menjadi juara.

Keberuntungan Liverpool tidak terjadi lagi pada musim 2006/07. Usai menyingkirkan Chelsea di babak semi-final melalui adu penalti (4-1) setelah sebelumnya sama agregat 1-1, Liverpool harus bertemu musuh yang pernah mereka kalahkan di final 2004/05, AC Milan. Di final, raksasa Serie A itu mampu membalaskan dendam dengan mengalahkan Liverpool 2-1.

Harapan Chelsea untuk meraih gelar Liga Champions sangat terbuka pada musim 2007/08. Namun, di partai puncak yang berlangsung di Moskow, Rusia, Chelsea yang saat itu dibesut Avram Grant harus takluk di tangan United melalui babak adu penalti (6-5). Sebelumnya kedua tim hanya bermain imbang 1-1 dalam pertandingan normal dan babak tambahan waktu. Saat melakukan eksekusi penalti, John Terry yang memiliki peluang memastikan kemenangan, justru harus terpeleset saat menendang dan bola melambung di atas mistar.

Kegagalan Chelsea kembali berlanjut pada musim 2008/09. Di babak semi-final, mereka harus takluk di tangan Barcelona. Di leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, kedua tim bermain imbang 0-0, dan di leg kedua di Stamford Bridge, Barca mampu menahan imbang 1-1 sehingga unggul agregat gol tandang. Di final, Barca keluar sebagai juara berkat kemenangan 2-0 atas Manchester United.

Keinginan Chelsea untuk bisa meraih gelar kembali terhambat di musim berikutnya (musim 2009/10), tepatnya di babak 16 besar, oleh Inter yang saat itu dibesut mantan pelatih mereka, Jose Mourinho. Inter menang 2-1 di leg pertama dan menang 1-0 di leg kedua sehingga unggul agregat 3-1. Di perempat-final, Inter menyingkirkan CSKA Moskwa dengan agregat 2-0, dan di semi-final, raksasa Serie A itu mampu menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-2. Di babak empat besar itu, Inter menang 3-1 di leg kedua di kandang sendiri, dan kalah 1-0 di Camp Nou. Di final, mereka sukses menumbangkan Bayern Munich 2-0 dan keluar sebagai juara.

Berdasarkan data statistik di atas, terdapat sebuah kesimpulan seperti terdapat dalam tabel berikut :

Musim
Klub
Agregat
Lawan di Final
Status
2003/04
As Monaco
5-3
FC Porto
Runner-up
2004/05
Liverpool
1-0
AC Milan
Juara
2005/06
Barcelona
3-2
Arsenal
Juara
2006/07
Liverpool
1-1 (4-1 pen)
AC Milan
Runner-up
2007/08


Manchester United
Juara
2009/10
Barcelona
1-1 *
Manchester United
Juara
2010/11
Manchester United
3-1
??
??
 *Lolos karena produktivitas gol di kandang lawan

Terdapat tren 1:2, pemenang laga melawan chelsea menjadi runner-up di musim pertama, menjadi juara 2 musim berikutnya, akankah tren tersebut kembali terjadi. Kalaupun menjadi kenyataan, sedikit meramalkan, MU akan melaju ke final (tanpa meremehkan kekuatan Schalke 04) ,kemudian melawan pemenang antara Real Madrid vs Barcelona. Hasil pertandingan final, MU sebagai Runner-up, ini berarti entah Real Madrid ataupun Barcelona, yang menjadi juara Liga Champion Musim 2010/11. Sebagai die hard fans dari Barcelona, tentu saya berharap Barcelona akan mampu melewati hadangan Real Madrid di Semifinal. Itu berarti saya pun berharap nama Barcelona yang akan kembali tertulis di piala ‘si telinga besar’.


 Kira-kira euforia seperti inilah yang ingin saya lihat di Wembley