BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Monday, 28 March 2011

MUDAH JATUH CINTA

 Melihat cowok kinclong langsung terpesona. Dikasih bunga dan kado sama gebetan, langsung dah klepek-klepek. Dipuji dikit aja, bisa mendadak dangdut eh mendadak naksir. Walah ..itu sih tanda-tanda orang yang gampang jatuh cinta.. (-_-zzztt)
Padahal teorinya, seorang individu butuh proses lumayan panjang untuk bener-bener mencintai individu lainnya. Tapi sama mereka yang mudah jatuh cinta, ni teori sama skali gag berlaku, karena hanya dalam beberapa hari, bisa langsung nempel.
Kok bisa ya ada sebagian orang yang gampang banget jatuh cinta... pssstt jangan-jangan kita juga termasuk diantaranya

Cari Sosok Idaman
Menurut salah seorang psikolog dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dra. Netty Hartati, perilaku gampang jatuh cinta nggak dibawa individu dari lahir. Biasanya hal tersebut dipelajari dari lingkungan, terutama keluarga.
Misalnya si A terbiasa dimanja ortunya, maka A menganggap pemanjaan adalah cara menunjukkan rasa sayang—sperti yang dicontohin sama ortunya. Begitu ada seseorang yang memperlakukan A persis seperti perlakuan orang tuanya, dia langsung merasa ‘akrab’ dengan situasi tersebut dan akhirnya jatuh cinta.
Penyebab lain yaitu karena pelaku ingin mencari sosok yang sesuai dengan keinginannya. Saat dekat dengan seseorang, mungkin dia merasa cocok dan jatuh cinta. Tapi setelah jalan beberapa bulan, dia pun menyadari bahwa ada sosok lain yang ternyata lebih memenuhi kriterianya—ini alasan kebanyakan orang pindah ke lain hati.
Gampang jatuh cinta ternyata gag ada hubungannya dengan kepercayaan diri. Ini hanyalah masalah kepuasan, dimana individu merasa happy jika menemukan sosok seperti yang diidamkannya.

Mudah Terperdaya
Sekilas, gampang jatuh cinta terkesan bukan sikap yang baik. Gimana enggak, gonta-ganti sosok pujaan udah kayak ganti kaos kaki aja—saking seringnya. :D nggak heran kalo kalau orang lain menganggap pelaku sebagai playgirl yang doyan berburu cowok.
Belom lagi kalau target jatuh cinta si pelaku masih berada di lingkungan yang sama dengan mantan sebelumnya. Yang ada, si pelaku malah dicap ‘piala bergilir’ di lingkungan tersebut.
Gampang jatuh cinta juga mengindikasikan si pelaku mudah lengah dan mudah terpedaya. Sosok gebetan yang dikira baik (karena memperlakukannya istimewa) ternyata nggak lebih dari buaya darat yang suka memanfaatkan cewe. Males banget kan?
Tapi gampang jatuh cinta nggak selalu buruk kok :D dibandingkan bertahan dengan sosok itu-itu aja —padahal udah nggak sreg—pelaku justru bisa menemukan sosok terbaik (atau setidaknya sesuai dengan keinginannya) lewat ‘hobi’ tersebut hehhehe
Asiknya lagi, orang yang gampang jatuh cinta nggak perlu berlama-lama berkubang dalam pahitnya patah hati. Abis, baru sebentar ‘kosong’, sudah ada sosok lain yang merebut hati dan pikiran mereka.. 

Kontrol Dong...
Meski jatuh cinta bukan sifat negatif, bukan berarti nggak perlu dikontrol. Sebelum memutuskan menjadikan si target sebagai pacar, tetep aja musti selektif. Biar nantinya gag menyesal. Pilih dengan pertimbangan yang matang, bukan hanya emosi sesaat. Beri waktu untuk berfikir, jangan asal memutuskan. 

Emosi vs Kognitif
Berdasarkan Triangular Theory of Love dari Robert J. Stenberg, pada dasarnya cinta mengandung 3 komponen: Keintiman, Gairah dan Komitmen.
Keintiman merupakan elemen emosi, yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan dan keinginan untuk membina hubungan. Biasanya keintiman bisa dirasakan pada saat pdkt, seperti suka ngobrol berlama-lama, ingin selalu berdekatan, hingga merasa kangen kalau nggak bertemu.
Lain lagi dengan komponen gairah yang merujuk pada sisi romantis, daya tarik dan motivasi seksual. Keinginan untuk bersentuhan, memeluk dan mencium termasuk di dalamnya. Sementara komponen komitmen merupakan elemen kognitif yang menghasilkan keputusan untuk menjalankan sesuatu secara bersama, misalnya memutuskan untuk jadian atau menikah. (lebih dalam mengenai teori ini akan dibahas pada postingan berikutnya)
Masing-masing orang mengalami komponen dengan derajat berbeda. Idealnya sih, ketiga komponen tadi memiliki proporsi yang seimbang. Tapi pada orang yang mudah jatuhcinta, biasanya hanya keintiman yang termasuk dalam elemen emosi jadi paling menonjol dan mendominasi—sementara kognitifnya kuarang hehhe

Ciri Orang yang Mudah Jatuh Cinta
  • -         Hanya dalam waktu beberapa minggu setelah kenalan, langsung mengakui bahwa orang yang baru dikenalnya itu sosok yang sangat sempurna buat dirinya.
  • -         Setelah diberi perhatian lebih oleh seseorang, langsung terbuai –padahal sebelomnya nggak ada perasaan apa-apa.
  • -         Punya feeling kalau ‘he’s the one’ hingga berkali-kali – tepatnya hampir setiap kali berganti pacar.
  • -         Memilih pasangan yang sangat variatif –secara fisik maupun kepribadian—alias seleranya gag terpaku pada satu tipe saja. Selama merasa nyaman dan cocok, langsung ‘hajar’.
  • -         Langsung melupakan mantan –dalam sekejab—setelah bertemu sosok baru yang memesona. Padahal seminggu sebelumnya masih nangisin si mantan.. weeuuh

0 comments: